Popular Posts

Menurut anda informasi apa yang harus diperbanyak

Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan

Tips Menjaga Hubungan Jarak Jauh

Yukitasantai, Menjalankan hubungan jarak jauh memang tidak mudah. Namun tak sedikit juga pasangan yang berhasil menjalankannya. Jika kamu ingin bertahan, beginilah caranya!

1. Bertahan dalam cobaan
Tak dipungkiri, cobaan yang dialami mereka yang berhubungan jarak jauh relatif lebih berat. Mereka tak bisa bertatap muka sesering mungkin. Segala permasalahan harus bisa diselesaikan lewat telepon, email atau pesan singkat, karena terkadang tak memungkinkan untuk terbang ke tempat pasangan terlalu sering, saat Anda tengah berselisih.

2. Percaya 100 persen
Berhubungan jarak jauh berarti siap percaya penuh kepada pasangan tanpa harus melihat atau mengontrol perilakunya setiap saat. karena hal itu memang tak mungkin dilakukan. Mereka yang bisa bertahan dalam hubungan ini adalah yang telah mengenal pasangannya dengan baik, sehingga mengurangi rasa curiga dan cemburu. Alhasil, kepercayaan yang kuat bisa terjalin.

3. Atur jadwal
Mereka yang hidup berbeda benua sering kali kesulitan mengatur jadwal. Hal ini juga kerap membuat komunikasi antara keduanya menjadi tak lancar sehingga perselisihan dan percekcokan sering timbul. Ada baiknya untuk mengatur jadwal agar Anda bisa tetap berkomunikasi dengan pasangan, tanpa harus mengorbankan kegiatan sehari-hari satu sama lain.

Saat Anda dan pasangan bisa melewati saat-saat genting dari hubungan jarak jauh, maka fondasi hubungan kalian akan semakin kuat, sehingga tak mudah goyah oleh hal-hal kecil yang menganggu.

Semoga berbahagia!
Read Post | comments

Mengunyah Permen Karet Bikin Cerdas

Jika dilihat sisi positifnya, mengunyah permen karet memang berguna, contohnya untuk menghilangkan bau mulut, menghentikan kebiasaan merokok, dan lain-lainnya. Namun, tak disangkal pula bahwa seringkali sisa permen karet ini digunakan sebagai bahan kejahilan seperti mengganggu rekan kerja, atau membuat kotor bagian bawah kursi atau meja. Percaya atau tidak, ternyata permen karet juga bisa membuat Anda pintar.

Sebuah penelitian dari St. Lawrence University, yang dilakukan oleh asisten profesor Serge Onyper, menemukan bahwa siswa yang mengunyah permen karet sebelum ujian ternyata mampu mengerjakan ujian dengan lebih baik dibandingkan dengan murid yang tidak mengunyah permen karet.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Appetite ini mengatakan bahwa mastikasi atau gerakan mengunyah permen karet ini bisa merangsang otak untuk tetap terjaga, mengatur kesadaran dan perhatian, serta mengolah informasi dengan lebih baik. Namun sayangnya hal ini hanya berlangsung pada 20 menit pertama setelah mengunyah permen karet. Hal ini disebabkan karena adanya proses pembagian pekerjaan yang dilakukan oleh proses kognitif atau otak dengan mengunyah. Dengan kata lain, Anda tidak bisa mengunyah permen karet dan berpikir produktif pada waktu yang sama.
Sumber: Kompas.com
Read Post | comments

Agar anak suka membaca


1. Buatlah anak Anda merasakan dengan indra mereka apa yang diceritakan pada buku yang dibaca.
Ajaklah mereka merasakan apa yang diceritakan di buku itu dengan indra mereka sehingga mereka merasa memiliki bagian atau menjadi salah satu tokoh di buku tersebut.
"Sangat mengagumkan ketika sebuah buku menjadi hidup dan dirasakan oleh indra anak-anak. Saya suka membacakan buku karya Robert McCloskey kepada anak-anak TK, dan pertama-tama saya selalu membagikan lemon untuk mereka. Cerita buku ini tentang seorang anak lelaki yang tinggal di sebuah kota kecil di Ohio dan menjadi penyelamat karena harmonikanya. Ada sebuah bagian di mana band kota tersebut siap untuk manggung di acara perayaan, tetapi tiba-tiba mereka diserang oleh si jahat Old Sneep sambil mengisap lemon. Band tersebut mengerut karena takut sehingga tak bisa memainkan alat musik mereka. Pada bagian itu, saya selalu berseru kepada anak-anak, 'Isap lemon kalian sekarang!' Mereka dengan bersemangat mengisap lemon mereka dan merasakan menjadi Old Sneep," kisah Mary.

2. Ajak anak berpikir kritis dengan cara menyenangkan.

Anda tentu ingin anak Anda dapat berpikir kritis. Salah satu guna pendidikan adalah mengasah anak dapat berpikir secara kritis. Dan, tidak pernah ada kata terlalu dini untuk mengajak anak berpikir kritis. Begitu pula lewat membaca.

Kita ambil contoh cerita tentang laba-laba sang penyelamat.

Mary mengisahkan, ketika ia bertanya kepada anak-anak umur empat tahun siapakah pahlawan dari cerita tersebut, mereka selalu menjawab dengan semangat, "Laba-laba!" Lalu, Anda dapat melanjutkan dengan, "Laba-laba itu punya kesulitan ketika menjadi penyelamat, kira-kira apa, ya, kesulitannya?"

Kepada anak-anak umur enam tahun, Anda bahkan bisa mengenalkan konflik. Tanyalah kepada mereka, "Apa, ya, yang bakal terjadi jika tidak ada hujan, lalu laba-laba tersebut bisa memanjat dan keluar dari saluran pembuangan tersebut?"

Jika dalam satu cerita tidak ada konflik atau masalah yang harus diselesaikan, tentu cerita itu akan membosankan, bukan? Anda bisa menjelaskan kepada anak Anda siapa tokoh protagonis, tokoh antagonis, konflik, dan resolusi dari cerita tersebut.

Dengan begitu, Anda sudah menunjukkan elemen-elemen sebuah cerita pada anak Anda. Seru, bukan? Jika Anda sudah bosan membacakan cerita ini untuk yang kelima kalinya atau bahkan lebih untuk anak Anda, hal-hal seperti ini akan mengeluarkan Anda dari kebosanan karena Anda tidak menceritakan hal yang itu-itu saja!

3. Tulis buku Anda sendiri.

Untuk anak-anak yang baru mulai membaca, siapkanlah notebook atau scrapbook dengan halaman kosong dan isi buku tersebut dengan kata-kata mereka. Anda bisa mulai dengan keluarga Anda. Siapkan foto ayah dan ibu. Bahkan, Anda bisa meminta si sulung untuk menggambarinya. Siapkan foto kakek, nenek, atau anggota keluarga lain. Anda bisa memcentak cerita tersebut dengan huruf-huruf besar dan tebal.

Dengan cara ini, orangtua juga bisa berkreasi sesuai hal yang disenangi anak. Misalnya anak Anda suka sekali dengan pemadam kebakaran, isi buku kosong tersebut dengan gambar-gambar yang berhubungan dengan pemadam kebakaran.

Mary mengungkapkan, ia mengenal satu keluarga yang anaknya terobsesi sekali dengan penyedot debu. "Ketika bertemu dengan saya, anak itu bertanya apakah saya punya tabung tegak atau tidak. Ini merupakan pengantar yang hebat untuk menulis. Ketika nanti anak Anda bertambah besar, bahkan mereka bisa 'kecanduan' untuk menulis cerita mereka sendiri," paparnya.


Sumber: http://edukasi.kompas.com/read/2011/08/23/09221223/Trik.Membuat.Anak.Cinta.Baca
Read Post | comments

 
© Copyright Yukitasantai™ 2011 - Some rights reserved | Editing by Blogger.com and Support by Area Infoku Special to Kereta Mini